Yang Dipelajari di Jurusan Teknik Industri
Teknik
industri
adalah cabang dari ilmu teknik yang berkenaan dengan
pengembangan, perbaikan, implementasi, dan evaluasi sistem integral dari manusia, pengetahuan, peralatan, energi, materi, dan proses.
Apa itu Jurusan teknik
industri?
Jurusan teknik industri itu
sebenarnya belajar mengenai banyak hal. Kita tidak hanya belajar mengenai
sains, namun juga sosial. Cakupannya luas, bahkan banyak juga pelajaran jurusan
lain yang kami pelajari meskipun tidak sedetail jika dipelajari di jurusan
khusus. Intinya, jurusan ini mengajarkan bagaimana kita bisa membuat segala
sesuatu menjadi lebih efisien, baik dari segi sistem, biaya, waktu, dll,
sehingga pada akhirnya bisa memberi keuntungan lebih dan menekan biaya yang
dibutuhkan. Hal yang kami pelajari di teknik industri juga adalah pola pikir
dan cara kami menyelesaikan masalah (problem solving skill) dan juga
kemampuan analisa. Teknik industri bukanlah mengenai teori-teori saja, tapi
juga mengenai cara berpikir dan menganalisa dan memecahkan masalah. Hal ini
dapat kami pelajari karena pelajaran-pelajaran di teknik industri sangat
realistis dan dapat diterapkan di berbagai bidang.
Apa aja yang dipelajari di
jurusan ini?
Yang dipelajari di jurusan ini
sangat bervariasi dan juga sangat luas. Kami belajar banyak hal dimulai dari
hal-hal teknis hingga hal-hal manajerial, sehingga kami dapat memiliki
kemampuan untuk melihat sebuah persoalan dari perspektif yang lebih luas, yaitu
dari beberapa sisi dan juga dapat melihat suatu persoalan secara lebih
komprehensif dibandingkan dengan jurusan-jurusan lainnya. Pelajaran-pelajaran
yang kami pelajari juga bervariasi, ada yang hitungan, logika, konsep,
pengertian, hafalan, dan lainnya.
Apa skill yang lebih
diutamakan untuk jurusan ini?
Karena jurusan teknik industri ini
mencakup banyak sekali hal, maka tidak dapat disebutkan secara spesifik skill
yang paling diutamakan di jurusan ini karena sebenarnya kami justru menggabungkan
semua skill yang ada dalam jurusan teknik industri ini. Namun demikian, mungkin
ada 1 skill yang hampir digunakan dalam semua mata kuliah teknik industri,
yakni skill berpikir secara logis dan analitis untuk dapat memecahkan sebuah
masalah (problem
solving). Apabila kita mempunyai skill tersebut, maka semua
pelajaran teknik industri tidak akan menjadi hal yang sulit.
Ok, jadi jurusan
teknik industri tidak hanya bisa dipilih oleh anak-anak IPA ya, tapi IPS juga
bisa. Setelah lulus nanti, bidang pekerjaan apa saja yang potensial dari
jurusan teknik industri?
Bidang pekerjaan yang potensial
dari jurusan teknik industri sangatlah luas. Pekerjaan-pekerjaan potensial
teknik industri bervariasi dari bidang manufaktur, manajerial, keuangan,
konsultasi, entrepreneur, dan lain-lain. Alumni-alumni Teknik Industri UPH
sendiri juga banyak yang bekerja di perbankan, perusahaan konsultan, perusahaan
perminyakan, dan lainnya.
Apa yang menurut kalian
paling berat kuliah di jurusan ini?
Sebenarnya untuk pertanyaan yang
satu ini kembali ke mahasiswa masing-masing. Ada mahasiswa yang mungkin merasa
pelajaran yang berbau logika membuat mereka lebih tertarik ketimbang pelajaran
yang banyak hafalan dan konsepnya, dan ada juga yang sebaliknya. Kalau untuk
kami, yang paling berat mata kuliah yang mewajibkan kami membuat banyak sekali
laporan, paper,
pengamatan dan lain sebagainya seperti Entrepreneurship dan Enterprise Resource
Planning.
Jadi gimana supaya tetap enjoy selama kuliah?
Secara spesifik, karena kami
berkuliah di teknik industri UPH, menurut kami hal yang paling membuat kami enjoy berada
di jurusan ini adalah teman-temannya yang seru dan kompak. Keberadaan
teman-teman inilah yang membuat kami semakin semangat untuk belajar karena
mereka bisa membuat kami lupa sejenak akan pelajaran-pelajaran di yang
terkadang sangat sulit. Selain itu, hal yang membuat kami enjoy di
teknik industri UPH juga karena pelajarannya sangat realistis dan kami bisa
menggunakannya hampir dalam segala bidang yang kami tekuni. Tidak hanya kami
belajar mengenai teori, namun juga teori tersebut mengasah logika kami dalam
kehidupan sehari-hari.
Teknik
Industri adalah ilmu yang mempelajari tentang desain,instalasi,dan pengembangan
dari suatu sistem yang terintegrasi.Maksudnya sistem terintegrasi yaitu sistem
yg di dalamnya saling berhubungan seperti
manusia,lingkungan,teknologi,informasi,d... lain sebagainya.Kemudian di
optimasi dan di improve agar menghasilkan sistem yang lebih baik.
Jadi inti dari teknik industri adalah teknik yang mempelajari tentang sistem
gitu..Atau lebih tepatnya Sosio-Technical System -->Sosio=menyangkut orang
dan Technical= menyangkut Teknologi.
Berarti Sistem yang didalamnya ada faktor orang dan teknologi yang saling
berhubungan/terintegrasi.
Kalau di teknik2 lain kan kita harus mempelajari satu bidang itu2 sampai dalam
bgt,co:T.Kima belajarnya cuman utek2 masalah kimia doank .Akan tetapi kalau di
teknik industri ,masing2 ilmu di teknik di comotin dikit2 dek.Lalu setelah kita
tau dasarnya ilmu itu saatnya tugas kita untuk mengoptimasi ilmu2 tadi kedalam
sebuah sistem.Lah terus kita dalemin optimasi sistemnya.
Dan ingat yahh..heheehe -Di teknik Industri kita hanya bisa jalan kalau suatu
produksi sudah mencapai taraf &skala massal/industri.
Nanti disana akan diajarin bagaimana cara berfikir System,cara mengoptimalkan
temen2 kita (di teknik.fisika,kimia dll) yang bekerja di pabrik,bagaimana cara
membuat system yang terintegrasi,operation Research,Design Produk,Mamajemen
Sistem,dll,.Bagaimana cara menyelesaikan masalah secara Holistik/Menyeluruh
tidak partial2,terus dan banyak lagi..
Seorang Industrial Engineer itu memiliki peran yang penting dalam sebuah
perindustrian,bayangkan saja kabarnya seorg Industrial Engineer yang handal
dalam mengoptimasi biaya produksi pabrik skala besar,sanggup memotong biaya2
yang tdk diperlukan,memperbaiki alur produksi,meminimalisasi kerugian dan brang
yg reject dll,Sehingga kabarnya bisa menghemat sampai Miliaran rupiah Lo.Maka
jangan heran kalo para lulusan teknik industri udah kerjanya enak,gajinya juga
cukup menggiurkan( gak salahkan,lawong udah dihemat sampai miliaran rupiah
pasti gajinya juga lumayan)..Hmmm.
Kuliah disini terbilang cukup nyantai dibandingkn temen2 tenik lain yang
kerjaanya ngerjain tugas di kampus aja..Sumpah deh gk bohong..hehee..Malah
mreka lebih sering di kampus drpada di rumah.Kampus is My Life
Industri banyak dibilang adalah manajemenya IPA.Thats is Bulshitt..
Kenapa Bulshiit --> karena Industri tdk lah sesederhana itu.Industri is more
compex ,more beautiful.
Industri adalah Intinya cuman belajar What is SYSTEM ? tapi kita juga blajar
tentang manajemen,ekonomi,mat,fis,kimia,ergonomi dll..
Kebanyakan lulusan Teknik Industri sekarang jadi manajer2 di Perusahaan
terkenal baik di luar maupun di dalam negeri...Meskipun kelak saya ingin
Berwirausaha - Entrepreneur..haha
Banyak lah keuntungan masuk disini peluang Hidupmu sangat besar..gak akan
nyesel deh saya Jamin..hahha
Kenapa Harus Teknik Industri?
Teknik Industri itu Efisien, dan
banyak bidang digeluti. Mulai dari Mesin, Desain, Manajemen, Program Komputer,
Ekonomi, Akuntansi, Fisiologi, Statistika, sampai Ergonomi. Semua itu muncul di
jurusan Teknik Industri.
Apa sih Teknik Industri itu?
Pada dasarnya, ilmu Teknik Industri
dapat dibagi ke dalam tiga bidang keahlian, yaitu Sistem Manufaktur, Manajemen Industri,
dan Sistem Industri dan Tekno Ekonomi.
Sistem Manufaktur adalah sebuah
sistem yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk
peningkatan kualitas, produktivitas, dan efisiensi sistem
integral yang terdiri dari manusia, mesin, material, energi, dan
informasi melalui proses perancangan, perencanaan, pengoperasian, pengendalian,
pemeliharaan, dan perbaikan dengan menjaga keselarasan aspek manusia dan
lingkungan kerjanya. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam Sistem Manufaktur
ini antara lain adalah Sistem Produksi, Perencanaan dan Pengendalian
Produksi, Pemodelan Sistem, Perancangan Tata Letak Pabrik,
dan Ergonomi.
Bidang keahlian Manajemen Industri
adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk
penciptaan dan peningkatan nilai sistem usaha melalui fungsi dan
proses manajemen dengan bertumpu pada keunggulan sumber daya insani dalam
menghadapi lingkungan usaha yang dinamis. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari
dalam Manajemen Industri antara lain adalah Manajemen
Keuangan, Manajemen Kualitas, Manajemen Inovasi, Manajemen
Sumber Daya Manusia, Manajemen Pemasaran, Manajemen
Keputusan dan Ekonomi Teknik.
- Sistem Industri dan Tekno Ekonomi
Bidang keahlian Sistem Industri dan
Tekno-Ekonomi adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik
industri untuk peningkatan daya saing sistem integral yang terdiri
atas tenaga kerja, bahan
baku, energi, informasi, teknologi,
dan infrastruktur yang berinteraksi dengan komunitas bisnis, masyarakat,
dan pemerintah. Bidang keilmuan yang dipelajari di dalam Sistem Industri dan
Tekno Ekonomi antara lain adalah Statistika Industri, Sistem
Logistik, Logika Pemrograman, Operational Research, dan Sistem
Basis Data
Oh gitu! Belajarnya apa aja sih?
Di Teknik Industri, khususnya di
Tingkat Pertama, kita belajar Mata Kuliah yang di SMA sendiri sudah diajarkan.
Seperti : Matematika Dasar, Fisika, Kimia, Bahasa Inggris, Pancasila,
tambahannya berupa Pengantar Teknik Industri, Konsep Teknologi, Gambar Teknik,
dan Pengantar Ilmu Ekonomi. Tergantung Institut atau Universitas nanti kalian
aja kalo soal Mata Kuliah mah. Tapi hampir sebagian besar sama kok kayak yang
saya sebutkan. Belajarnya juga menurut saya Susah-Susah gampang kok. Kalo
kalian udah menguasai pelajaran waktu SMA, yakin deh bisa. Coba buka-buka lagi
buku-nya. Asal kita-nya Rajin, yakin Bisa deh! :)
Wah.. Kayaknya Asyik! Nanti Kerjanya
Gimana Tuh?
Seorang alumni Teknik Industri
memiliki prospek kerja yang sangat luas, beberapa diantaranya adalah:
- Bidang produksi/ operasi dan penjaminan mutu
- Lulusan TI sangat dibutuhkan khususnya untuk menangani
perencanaan dan pengendalian produksi, pengendalian kualitas,
pengembangan sistem manajemen kualitas. Hampir semua perusahaan
membutuhkan ini, khususnya perusahaan manufaktur seperti Toyota Astra
Motor, PT Rekayasa Industri, PT Krakatau Steel, dll.
- Bidang sistem informasi
- Posisi yang biasanya diduduki lulusan TI misalnya
staf IT, staf dalam
pemasangan sistem informasi, bahkan banyak alumni yang membuka usaha di
bidang software house. Perusahaan
yang membutuhkan lulusan TI misalnya: SAP Indonesia, Oracle Telekomsel,
Pertamina, P&G, dll.
- Bidang pemasaran
- Beberapa posisi yang biasanya ditempati oleh lulusan
TI misalnya market
research, technical sales, dll. Misalnya di perusahaan P&G,
Unilever, Nestle, Astra, dll.
- Bidang logistik
- Perencanaan dan pengelolaan sistem distribusi
merupakan bidang yang mulai banyak dimasuki oleh lulusan TI seperti di
P&G, PT Semen Gresik, dll.
- Bidang manajemen sumber daya manusia
- Pengelolaan sumber daya manusia mulai dari masalah
rekruitmen, pengembangan sistem penggajian dan manajemen personalia
termasuk pengembangan SDM dalam pelatihan. Alumni TI yang bekerja di
bidang ini misalnya di PT Semen Padang, P&G, dll.
- Bidang keuangan (bank dan asuransi)
- Misalnya BNI, Bank Mandiri, Bank Niaga, dsb.
- Bidang konsultasi manajemen
- Misalnya Boston Consulting Group, Accenture, Nielsen
Company, dsb.
Pada
hakekatnya segala persoalan yang bisa dipandang sebagai suatu sistem yang
integral akan dapat diselesaikan dengan pisau analisa Teknik Industri
Pendidikan Sarjana Jurusan Teknik
Industri bertujuan membentuk sarjana teknik yang:
- Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang tinggi dalam
hal perencanaan, pengorganisasian dan pengoperasian sistem industri secara
luas dan kompleks, yang melibatkan manusia, material, mesin dan peralatan,
informasi & energi secara integral.
- Memiliki kemampuan untuk meningkatkan efektivitas dan
effisiensi suatu sistem produksi di industri dengan memanfaatkan dan
mengaplikasikan ilmu-ilmu sosial (ekonomi khususnya), dan ilmu keteknikan
lainnya secara bersama-sama guna menganalisa, memperkirakan, serta
mengevaluasi hasil yang dicapai oleh sistem produksi tersebut secara
optimal.
- Memiliki cara berpikir khas yang menekankan pada upaya
pencapaian hasil proses produksi yang optimal dan pengelolaan
faktor-faktor produksi yang didukung oleh pertimbangan kelayakan teknis
dan kelayakan ekonomis.
- Dalam konteks disiplin Teknik Industri, maka yang
dimaksud dengan industri akan meliputi semua sistem organisasi usaha baik
yang bergerak di sektor produksi barang (manufacturing) maupun jasa
(service).
Program Pendidikan
Program pendidikan sarjana terdiri
dari dua tahap:
- Tahap Persiapan
Diarahkan untuk membentuk
landasan yang kuat dengan memberikan pendidikan dasar ilmu keteknikan yang
bertumpu pada matematika dan fisika serta wawasan global mengenai Jurusan
Teknik Industri.
- Tahap Sarjana
Beban mata kuliah yang sudah
menjurus dan memberi identifikasi konkrit akan disiplin Teknik Industri,
antara lain : Analisa Numerik, Penggerak Mula, Industri Kimia, Proses
Manufacturing, Akuntansi Biaya, Statistik Industri, Penelitian
Operasional, Perencanaan Fasilitas, Perencanaan dan Pengendalian Produksi,
Analisa Keputusan, Pengendalian Kualitas Statistik, Manajemen Proyek,
Manajemen Sumber Daya Manusia dan Simulasi Sistem Industri.
Di
dalam kurikulum yang dirancang, mahasiswa dibekali dengan pengetahuan dan
latihan dalam bentuk kuliah, asistensi, praktikum dan kerja nyata dalam
industri.
Sebagai
akhir dari proses pendidikan, mahasiswa diwajibkan untuk menyelesaikan tugas
akhir yang pada prinsipnya adalah pemecahan permasalahan industri secara nyata.
Tugas akhir tersebut bersifat komprehensif, ditulis sesuai dengan norma-norma
ilmiah dan dipertanggung-jawabkan dalam forum seminar dan ujian tugas akhir.
Di
dalam kurikulum yang dirancang, mahasiswa dibekali dengan pengetahuan dan
latihan dalam bentuk kuliah, asistensi, praktikum dan kerja nyata dalam industri.
Sebagai
akhir dari proses pendidikan, mahasiswa diwajibkan untuk menyelesaikan tugas
akhir yang pada prinsipnya adalah pemecahan permasalahan industri secara nyata.
Tugas akhir tersebut bersifat komprehensif, ditulis sesuai dengan norma-norma
ilmiah dan dipertanggung-jawabkan dalam forum seminar dan ujian tugas akhir.
KOMPAS.com — Tidak dimungkiri, sampai
saat ini masyarakat masih belum terlalu memahami fungsi dari keberadaan teknik
industri. Jika diadakan survei mengenai "apa yang akan dikerjakan oleh
sarjana dari jurusan Teknik Industri, kemungkinan besar kita tidak akan mendapatkan
deskripsi secara lengkap atau pandangan yang diberikan kurang tepat atau tidak
sesuai.
Ya, anggapan bahwa teknik industri merupakan bidang yang "ambigu"
dapat ditanggapi secara positif, yaitu melalui elaborasi lebih baik tentang
teknik industri.
Industrial
Engineering atau teknik industri adalah salah satu disiplin ilmu
teknik yang termuda. Berbeda dengan displin ilmu teknik lainnya, seperti Civil Engineering,
Electrical
Engineering, atau Mechanical Engineering, yang sudah dikembangkan dan dipelajari
untuk periode waktu yang sangat lama, aktivitas dari teknik industri seringkali
dijelaskan secara keliru, walaupun saat ini sudah jauh lebih baik.
Mungkin sedikit mengejutkan jika kita mendengar penjelasan bahwa Teknik
Industri:
• adalah "efficiency
experts"
• berorientasi pada sistem yang terintegrasi
• melakukan banyak aktifitas optimalisasi
• dapat bekerja dimana saja selama disitu terdapat sistem
• sebagai perantara antara engineers dan management.
• lebih mudah untuk bergerak ke upper management
Klaim di atas memang benar adanya, walaupun gambarannya terlihat tidak terlalu
kompleks atau "engineering-like".
Selain itu, Sarjana Teknik Industri juga merupakan sarjana teknik yang
berorientasi pada manusia (people oriented). Sarjana Teknik Industri diberi pengalaman
belajar dan pelatihan sedemikian rupa sehingga menjadi sarjana yang memiliki
pilihan karier yang lebih menarik dan beragam.
Berbeda dengan disiplin ilmu teknik pada umumnya yang dikembangkan berdasarkan
ilmu fisika, maka disiplin ilmu teknik industri lebih banyak didasarkan pada
ilmu matematika. Oleh karena itu, sarjana teknik industri memiliki dasar yang
kuat dalam bidang "queen of science" atau istilah umumnya;
matematika. Karena, kebanyakan sistem merupakan hasil konstruksi dari sejumlah
besar atribut yang kompleks.
Namun, tidak perlu khawatir. Permasalahan di bidang Industrial Engineering tidak
muncul dengan sangat kompleks, namun lebih mengarah ke challenges atau
tantangan-tantangan yang menarik.
Dinamika tuntutan kebutuhan
Saat ini, salah satu perguruan tinggi yang memiliki program studi ini adalah
Binus University yang dibentuk pada 1996. Kini, setelah 15 tahun berlalu,
teknik industri Binus University secara bertahap mulai tumbuh dan berkembang
mengikuti dinamika tuntutan kebutuhan industri, baik nasional maupun global.
Lalu, apa yang membedakan Teknik Industri Binus University dengan jurusan
teknik industri di universitas lain di Indonesia? Yang membedakan adalah Teknik
Industri Binus University sangat fokus pada sistem, seperti dilihat dari 3
bidang peminatan yang ditawarkan, yaitu: Supply Chain, Manufacturing Systems,
dan Service
Systems Engineering. Artinya, lulusan Teknik Industri Binus
University didesain untuk terserap secara lebih baik di berbagai bidang
industri.
Hal ini juga terbukti, melalui tingkat penyerapan dunia kerja yang melebihi 60
persen terhadap lulusan Teknik Industri Binus University pada saat wisuda,
dengan gaji di atas rata-rata fresh graduates lainnya. Alumni Teknik Industri Binus
University bekerja di berbagai macam industri, mulai dari manufacturing
sampai industrial
service.
Pada industri manufaktur, sebagian besar lulusan bekerja di AHM, Orang Tua,
Honda, Daihatsu, Yamaha, Maersk, Cakratunggal Steel, Suzuki, Sosro, United
Tractors,Panarub Industry, Sharp Electronic, Sinarmas Pulp & Paper,dan
banyak perusahaan lainnya. Sementara pada industrial service, sebagian lulusan
Teknik Industri Binus University bekerja di Citibank, Price Waterhouse Coopers,
Accenture, Altus Consulting, BCA, BRI, Panin Bank, Commonwealth, Garuda Food,
Kawan Lama Group, UOB, HM Sampoerna, Bank Mandiri, RPX Logistics, Pharos, dan
banyak perusahaan lainnya.
Selain mengutamakan kualitas akademik, program Teknik Industri juga terus
mendorong para mahasiswanya untuk berprestasi dalam kancah nasional maupun
internasional. Baru-baru ini kelompok mahasiswa Teknik Industri menjadi
satu-satunya wakil dari Perguruan Tinggi di Indonesia yang lolos ke Fresh
International Competition 2013.
Selain itu, para mahasiswa Teknik Industri juga aktif dalam beberapa kompetisi
lainnya seperti Challenge on Product Design and Ergonomic (CHRONICS), National
Statistics Competition for Engineering Student (NSCE), Gemastik, Mechanical
Fair, Industrial Engineering Competition (IECOM) dan Program Kreativitas Mahasiswa
– Artikel Ilmiah (PKM-AI).
Kini, sebagai bagian dari masyarakat global, jurusan Teknik Industri Binus
University sadar akan penambahan pengetahuan untuk para mahasiswa dan
dosen-dosennya, melalui organisasi IIE sebagai wadah asosiasi professional dari
Teknik Industri. Usaha pengenalan dan pengalaman berorganisasi bertaraf
internasional dilakukan melalui partisipasi dalam webinar (seminar melalui
internet), serta video
conference dengan IIE Chapter di universitas di luar negeri. Lebih
jauh lagi, mahasiswa memiliki kesempatan mengikuti summer course yang dilaksanakan
di beberapa perguruan tinggi luar negeri, salah satunya adalah INHA University.
|
|
|
|
Pada sekitar
tahun 1963-1964 Bagian Teknik Mesin telah mulai menghasilkan sebagian
sarjananya yang berkualifikasi pengetahuan manajemen produksi/teknik
produksi. Bidang Teknik Produksi semakin berkembang dengan bertambahnya jenis
mata kuliah. Mata kuliah seperti : Teknik Tata Cara, Pengukuran Dimensional,
Mesin Perkakas, Pengujian Tak Merusak, Perkakas Pembantu dan Keselamatan
Kerja cukup memperkaya pengetahuan mahasiswa Teknik Produksi.?Pada tahun 1966
– 1967, perkuliahan di Teknik Produksi semakin berkembang. Mata kuliah yang
berbasis teknik industri mulai banyak diperkenalkan. Sistem
man-machine-material tidak lagi hanya didasarkan pada lingkup wawasan
manufaktur saja, tetapi pada lingkup yang lebih luas yaitu perusahaan dan
lingkungan. Dalam pada itu, di Departemen ini mulai diajarkan mata kuliah :
Manajemen Personalia, Administrasi Perusahaan, Statistik Industri,
Perancangan Tata Letak Pabrik, Studi Kelayakan, Penyelidikan Operasional,
Pengendalian Persediaan Kualitas Statistik dan Programa Linier. Sehingga pada
tahun 1967, nama Teknik Produksi secara resmi berubah menjadi Teknik Industri
dan masih tetap bernaung di bawah Bagian Teknik Mesin ITB
|
|
|
|
Apa itu teknik industri ?
Terdapat banyak sekali perdebatan
dikalangan institusi pendidikan teknik industri tentang apa itu teknik industri,
yang sebenarnya timbul akibat dari keluwesan dari penjabaran keilmuan teknik
industri yang sebenarnya merupakan kekuatan dari keilmuan teknik industri. Blog
ini mencoba untuk menjelaskan tentang penterjemahan konsep teknik industri di
universitas indonesiayang menjadi dasar pengembangan kurikulum di Teknik
Industri Universitas Indonesia. Konsep ini dapat secara lengkap anda akses pula
di www.ie.ui.ac.id (website resmi Departemen Teknik Industri
UI)
Teknik industri merupakan
pencabangan keilmuan teknik yang berasal dari Amerika Utara. Itulah sebabnya di
negara-negara eropa atau persemakmuran (commonwealth) anda tidak akan menemukan
teknik industri, tetapi lebih spesifik lagi menjadi teknik manufaktur (manufacturing engineering)
atau teknik manajemen (engineering management). Secara historis, teknik industri
merupakan pencabangan dari keilmuan teknik mesin yang pada awalnya berfokus
kepada bagaimana mengelola tidak hanya mesin-mesin manufaktur tetapi secara
lebih makro: sebuah sistem manufaktur sebagai sebuah sistem terintegrasi.
Mengingat pada saat itu memang dibutuhkan seorang ahli yang tidak hanya
mengerti konsep dasar permesinan tetapi juga sanggup mengelola aliran produsi,
penjadwalan, biaya dan lain sebagainya yang dibutuhkan untuk mengelola sebuah
sistem manufaktur.
Secara definisi keilmuan teknik
industri adalah
Industrial Engineering concerned with the design, improvement and
installation of integrated systems
of people, materials, equipment and energy …
… It draws upon specialized knowledge and skill in the mathematical,
physical and social sciences together with the principles
and methods of engineering ..
.. to specify, predict and evaluate the results to be obtained from
such a system
Definisi ini diambil dari asosiasi
profesi teknik industri dunia Institute of Industrial Engineering (IIE) – www.iienet.org
Definisi ini saya bagi menjadi tiga
bagian utama untuk memudahkan penjelasannya:
Bagian 1: Teknik industri
berfokus kepada perancangan, peningkatan dan instalasi dari sistem terintegrasi
yang terdiri atas manusia, material, peralatan dan energi …
Bagian ini mendeskripsikan 3 peran
utama yang harus dilakukan seorang teknik industri yaitu merancang,
meningkatkan dan menginstalasi sebuah sistem
terintegrasi.
Kita mulai dari sistem
terintegrasi. Dalam definisi ini dijelaskan bahwa sebuah sistem
terintegrasi pasti memiliki minimal 4 komponen (sub-sistem) yaitu manusia,
material, peralatan dan energi. Ini berarti semua sistem yang memproduksi atau
meningkatkan nilai tambah baik berupa barang maupun jasa adalah obyek yang
dikelola oleh teknik industri. Ini karena hampir semua sistem pasti memiliki
ke-4 unsur tersebut.
Terintegrasi menunjukkan bahwa
interaksi yang terjadi dari ke-4 unsur tersebut bermuara kepada sebuah perilaku
sistem yang lebih dari hanya penggabungan sederhana ke-4 unsur tersebut.
Seorang manusia adalah sebuah sistem terintegrasi yang menjadi manusia karena
semua sub-sistemnya berinteraksi sedemikian rupa. tetapi jika dimasa yang akan
datang kita bisa mendesain tubuh manusia dari komponennya kemudian
menyatukannya apakah akan menjadi manusia?
Variasi yang terjadi dalam
pendidikan teknik industri didunia biasanya bersumber dari pendefinisan
sub-sistem dalam sebuah sistem (bisa lebih banyak dari 4 sub-sistem) serta
perbedaan penekanan terhadap sub-sistem mana yang diperdalam pemahamannya.
Tetapi semuanya pasti memiliki minimal 4 sub-sistem ini sebagai dasar. Untuk
melihat perbedaan ini silahkan berkunjung ke www.ie.ui.ac.id (dibagian IE @ UI) untuk melihat bagai
TIUI membagi sistem industri kemudian menterjemahkannya kedalam kurikulum yang
bernuasa “back
to basic“.
Merancang menunjukkan kemampuan untuk secara kreatif
mengkombinasikan pengetahuan yang telah dimiliki kedalam sebuah rancangan
sistem. Sistem yang paling klasik yang dirancang adalah sebuah sistem produksi
manufaktur, baik hanya sebuah 1 line produksi atau lengkap 1 buah pabrik.
Tetapi pada kenyataannya, sistem disini dapat berupa pula sebuah sistem solusi
integratif (integrated solution systems), yaitu rancangan solusi yang “khas
TI”: rancangan yang multi-perspective, multi-disiplin, multi-approach dan
multi-dimensi. Solusi yang multi inilah yang menjadi kekuatan TI. Disinilah
letak kemampuan integratif, yang membuat banyak lulusan teknik industri bekerja
pada bidang konsultasi.
Meningkatkan dapat diterjemahkan sebagai manajemen.
Pakar manajemen mengatakan bahwa ada beda antara administrasi dan manajemen.
Administrasi berorientasi untuk mengerjakan hal yang sama terus menerus secara
tepat aturan, sedangkan manajemen bermakna ada peningkatan yang harus
dilakukan. Berdasarkan definisi ini tentunya manajemen menunjukkan kemampuan
untuk melakukan pemecahan masalah, karena inti dari peningkatan adalah
kemampuan memecahkan masalah. Ini mencakup kepekaan mengidentifikasikan
masalah, kemampuan analisa dengan berbasis data menggunakan ilmu statistik,
berfikir sistem dan lain sebagainya yang berguna dalam memecahkan masalah.
Menginstalasi menunjukkan kemampuan untuk melakukan
pendefinisian langkah-langkah yang dibutuhkan untuk melakukan instalasi
terhadap rancangan sistem. Menginstalasi membutuhkan ilmu manajemen proyek,
walaupun manajemen proyek untuk teknik industri tentu berbeda dengan teknik
sipil.
Menginstalasi memaksa seorang
teknik industri untuk berfikir jauh kedepan dalam merancang dan meningkatkan
sistem. Dalam 7 kebiasaan manusia efektif, konsep ini dikenal sebagai mulailah
dari hasil akhir yang diinginkan (Begin With the End in Mind). Penterjemahan
konsep ini contohnya adalah design for maintenance, design for manufacture,
design for six sigma dsb. yaitu sebuah konsep perancangan yang sudah memasukkan
unsur kemudahan pemeliharaan, pembuatannya bahkan pengontrolan kualitasnya
sehingga produk dapat lebih cepat diterima oleh pasar dalam kualitas optimal.
Bagian 2: .. untuk ini
dibutuhkan pengetahuan dan keahlian dalam bidang matematika, fisika dan
ilmu-imu sosial serta prinsip dan metodologi teknik/rekayasa ..
Bagian ini menunjukkan kebutuhan
keilmuan dasar untuk mendukung peran seorang teknik industri dan penegasan
bahwa teknik industri walaupun erat dengan ilmu sosial masih merupakak bidang
teknik. Itulah sebabnya dalam kurikulum teknik industri tahun pertama sarat
dengan kuliah-kuliah dasar keteknikan seperti kalkulus, aljabar linear, fisika,
kimia dan sebagainya, walaupun muatannya tentunya disesuaikan dengan kebutuhan
dari teknik industri.
Prinsip dan metodologi
teknik/rekayasa adalah penekanan pada aspek desain, prototyping dan membangun
sistem (develop=engineer) yang merupakan ciri khas bidang ilmu teknik. Jika
ahli teknik lain membangun sistem nyata (tangible) seperti jembatan, bangunan,
mesin dsb, maka ahli teknik industri memiliki tugas yang lebih berat, yaitu
membangun yang nyata (pabrik atau proses produksi) tetapi pada saat yang sama
membangun yang tidak nyata (intangible) seperti sistem penilaian kinerja,
sistem pengembangan SDMnya, perhitungan activity based costingnya, jadwal
pemeliharaanya, dsb. Jadi kerjaannya malah lebih berat.
Bagian 3: .. untuk
menspesifikasikan, memprediksi dan mengevaluasi hasil yang diperoleh dari
sebuah sistem terintegrasi.
Bagian 3 merupakan sebuah
konsekuensi yang logis dari penterjemahan bagian 1 dari definisi teknik
industri, yaitu 3 peran utama teknik industri tentunya akan menciptakan sebuah
sistem baru atau sistem perbaikan dengan kinerja yang lebih baik. Ini
berarti perbaikan atau perancangan harus berorientasi kepada fakta dan data.
Ada 3 permasalahan dalam kinerja,
yaitu bagaimana menspesifikasikan kinerja, memprediksi kinerja yang telah
dispesifikasikan dan bagaimana mengevaluasinya.
Menspesifikasikan: Kinerja harus dispesifikasikan di awal
sebuah perancangan atau peningkatan sistem, karena setiap pihak bisa jadi
memiliki perbedaan persepsi terhadap arti kinerja. Seorang ahli keuangan
mengatakan kinerja baik dari sebuah sistem adalah penghematan biaya, seorang
marketing mengatakan kinerja baik berarti memenuhi kebutuhan pelanggan, seorang
manajer produksi mengatakan kinerja baik adalah kesesuaian dengan standard
produk. Semua kinerja ini tidak ada yang salah, tetapi semua kinerja ini bisa
saling bertentangan dan berakibat sistem tidak akan kemana-mana, sehingga perlu
diselaraskan.
Menspesifikasikan, juga berarti
seorang teknik industri harus menentukan indikator, cara mendapatkan indikator,
merancang cara mencari data, menentukan alat yang digunakan untuk mengukurnya,
frekuensi pengukuran dsb.
Memprediksi: setelah dispesifikasikan, tentunya ketika
merancang atau meningkatkan sistem kita sudah bisa mendapatkan semacam gambaran
bagaimana sistem tadi berfungsi nantinya dan bagaimana kinerjanya. Artinya,
kinerjalah yang menjadi patokan anda dalam memperbaiki dan merancang sistemnya,
bukan berdasarkan feeling atau malah tidak memiliki dasar sama sekali (hanya
karena pengin aja)
Mengevaluasi: tentunya setelah sistem diperbaiki atau
dirancang dan diinstalasi, maka kita perlu melakukan evaluasi secara riil
terhadap kinerja yang telah dirancang pada saat awal. Jika kinerja telah
dispesifikasikan dengan baik pada saat awal, maka pada langkah ini dijalankan
pengevaluasian kinerja. Tentunya hasil dari evaluasi akan menjadi umpan balik
dalam perbaikan berikutnya.